Faktor Resiko Sakit Jantung pada Pria

Faktor Resiko Sakit Jantung pada Pria

Pria mengembangkan sakit jantung rata-rata 10 tahun lebih awal daripada wanita. Mereka juga memiliki tanda peringatan dini yang hanya bisa dilewatkan oleh sedikit orang:  disfungsi ereksi (DE). Untuk sisi positifnya, faktor risiko apa pun (bahkan DE) yang menarik perhatian Anda dapat menempatkan Anda pada jalur perawatan pencegahan yang lebih baik.

Faktor Risiko Jantung: Disfungsi Ereksi

Banyak orang berpikir disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan ereksi sama sekali. Tetapi tanda awal dari kondisi tersebut adalah tidak mampu mempertahankan ereksi cukup lama untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan. Masalah ereksi ini bukanlah satu hal yang normal dari bertambahnya usia seperti yang dipikirkan oleh banyak orang. Sebaliknya, kondisi ini hampir selalu menunjukkan adanya masalah fisik tertentu.

Alasan utama disfungsi ereksi dianggap sebagai barometer untuk kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan adalah karena penis, seperti jantung, adalah organ pembuluh darah. Karena arterinya jauh lebih kecil daripada jantung, kerusakan arteri muncul lebih dulu, sering kali bertahun-tahun sebelum gejala penyakit jantung. Pria berusia 40-an yang memiliki masalah ereksi (tetapi tidak ada faktor risiko lain untuk penyakit kardiovaskular) memiliki risiko 80 persen terkena masalah jantung dalam waktu 10 tahun.

Perawatan cenderung berhasil ketika dimulai segera setelah Anda mulai melihat masalah ereksi selama lebih dari beberapa bulan. Pemeriksaan oleh ahli kesehatan akan mengatasi faktor risiko penyakit jantung, seperti pradiabetes, tekanan darah tinggi, atau kelebihan berat badan.

Faktor Risiko Jantung: Testosteron Rendah

Memiliki tingkat testosteron yang rendah sering dianggap hanya sebagai dorongan seks yang berkurang, tetapi semakin dikaitkan dengan penyakit jantung dan diabetes tipe 2, menurut para ahli. Mereka mencatat bahwa semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa “T yang rendah” dapat dianggap sebagai faktor risiko kardiovaskular dan metabolik.

Gagasan yang satu ini masih akan terus dipelajari, tetapi kita tahu, misalnya, bahwa orang dengan obesitas perut (disebut “lemak perut”) atau sindrom metabolisme seringkali diiringi kadar testosteron yang rendah. Sindrom metabolik (yang meliputi kadar gula darah tinggi, kadar kolesterol tidak sehat, dan terlalu banyak berat badan di bagian tengah tubuh) dan diabetes merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

Baca Juga: 6 Alasan untuk Tidak Mengabaikan Gejala GERD

Testosteron yang rendah hanyalah salah satu bagian dari gambaran keseluruhan risiko pada sakit jantung. Namun hal ini bisa menjadi motivasi, dan bahkan bisa menyelamatkan nyawa, untuk mengetahui bahwa perubahan fungsi seksual Anda ini memiliki kaitan erat dengan bagian tubuh Anda yang lainnya. Sebaiknya periksakan diri Anda saat ada yang tidak beres. Pria sering tidak menghubungkan masalah ini atau dievaluasi untuk risiko stroke atau serangan jantung sampai itu terjadi. Tapi masalah seksual adalah pesan yang mereka perhatikan secara seksama.

Faktor Risiko Jantung: Stres

Stres, kemarahan dan kecemasan meningkatkan tingkat tekanan darah dan hormon stres, dan mereka dapat membatasi aliran darah ke jantung. Beberapa kerusakan bisa langsung terjadi. Dalam dua jam setelah ledakan kemarahan, misalnya, risiko Anda terkena serangan jantung hampir lima kali lebih besar dan risiko stroke tiga kali lebih tinggi, menurut penelitian.

Terlebih lagi, efek stres kronis dapat menumpuk seiring waktu, merusak arteri. Pria yang memiliki kepribadian pemarah atau bermusuhan, khususnya, memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Masalah seksual yang berkaitan dengan penyakit jantung dapat menyebabkan kecemasan tambahan atau stres hubungan. Stres juga dapat mempengaruhi tidur, yang pada gilirannya mempengaruhi kesehatan jantung.

Faktor secara fisik, emosional, dan psikologis semua hal tersebut terkait dalam hal kesehatan pada jantung. Saat seseorang mengalami stres yang kronis, depresi atau kecemasan yang berat, mereka harus mendapatkan evaluasi dasar dari semua faktor risiko dari penyakit jantung.

Pengobatan yang Paling Aman, Nyaman dan Tepat

Seperti apapun Anda menderita sakit jantung, cara mengobati gangguan jantung yang tepat adalah dengan menggunakan terapi PAZ Al Kasaw. Terapi PAZ Al Kasaw  adalah terapi biomekanik hasil riset lebih dari 15 tahun. Dimana terapi ini sangat efektif untuk mengembalikan rangka, tulang belakang, tubuh ke posisi normal sehingga aneka jenis permasalahan kesehatan bisa terbantu. Apabila rangka Anda normal, tulang belakang juga normal, tidak melintir badannya, insya Allah (atas izin Allah SWT) Anda akan sehat.

Cara mengobati sakit jantung alami ini dapat Anda ikhtiarkan dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu di Griya Sehat Ayub Camp Klaten melalui halaman ini. Di halaman tersebut juga terdapat jadwal pengobatan terapi PAZ Al Kasaw, jadi pastikan Anda sudah menyiapkan diri dengan baik ketika mendaftarkan diri untuk ikhtiar mencari kesembuhan. Anda juga bisa menghubungi kontak person Kak Umar melalui 0878-7600-0227. Semoga Allah memberikan ridlo-Nya atas kesembuhan bagi Anda atau orang-orang tercinta Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *