Pengobatan Saraf Kejepit Di Paha Dengan Metode PAZ Al Kasaw

Pengobatan Saraf Kejepit Di Paha Dengan Metode PAZ Al Kasaw

Saraf Kejepit Di Paha
Saraf Kejepit Di Paha

Apa Itu Saraf Kejepit

Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau lebih dikenal dengan istilah saraf kejepit banyak diderita masyarakat usia 40-60 tahun. Rasa sakit yang luar biasa itu membuat aktivitas terganggu bahkan bisa berakhir di kursi roda atau di tempat tidur saja jika tak ditangani.Salah satunya adalah saraf kejepit di paha, atau sering di sebut ischialgia

Jika seseorang mengalami saraf kejepit, gejala pertama yang muncul adalah rasa tidak nyaman seperti nyeri di daerah bokong, paha, dan betis. Sementara jika herniasi diskus terjadi pada ruas tulang cervical, gejala yang muncul berupa nyeri pada daerah lengan dan bahu.

Jika HNP atau saraf kejepit terjadi di punggung bawah, seseorang biasanya akan merasakan nyeri paling hebat di bagian pantat, paha, dan betis. Mereka mungkin juga mengalami nyeri di bagian kaki. Rasa sakit ini bisa muncul saat bersin, batuk atau ketika menggerakan tubuh dari satu posisi ke posisi lainnya.

Ciatica atau ischialgia adalah rasa nyeri yang menjalar pada bokong – paha – kaki yang khas yang disebabkan oleh iritasi atau jepitan pada saraf sciatica. Saraf kejepit di paha seperti ada yang mengganjal dari bagian tulang belakang lumbosakrum (L4 – S3), melalui sendi panggul, kemudian ke tungkai bawah.

Faktor risiko terjadinya adalah

  1. obesitas.
  2. Usia lanjut.
  3. Riwayat pekerjaan.
  4. Mengangkat barang berat.
  5. Diabetes mellitus.

Sciatica adalah suatu gejala yang timbul akibat penyakit-penyakit lain yang menyebabkan jepitan saraf, misalnya hernia nukleus pulposus.  Oleh karena itu untuk mendiagnosis diperlukan pemeriksaan fisik pada pasien secara menyeluruh.

Kesemutan dan mati rasa (baal) pada area tertentu tubuh yang terjadi berulang kali juga bisa menjadi tanda awal penyakit ini. Dapat juga ditandai dengan melemahnya kekuatan otot.

Parahnya bisa menyebabkan kelumpuhan permanen pada kedua kaki, atau kesulitan buang air besar dan kecil. Bisa juga menyebabkan ganguan neurologi lainnya jika tidak segera dilakukan pengobatan.

“Menekan saraf terjepit karena bantalan tulang yang diserang,” katanya.

Gejala Saraf Kejepit :

1. Salah satu betis mengalami nyeri
2. Terasa seperti tertusuk jarum di area pinggang sampai kaki.
3. Kaki seolah terasa berat sampai susah berjalan.
4. Nyeri lokal di sumber jepitan
5. Mati rasa atau baal
6. Ada rasa terbakar di sumber nyeri.
7. Tak kuat berdiri lama.
8. Tak bisa menahan buang air kecil atau buang air besar.

Gejala lainnya antara lain:

1.Nyeri yang menjalar dari arah punggung bawah ke bagian tungkai bawah, terutama daerah bokong, paha belakang, betis, kaki

2. Nyeri yang dirasakan bervariasi ringan – berat, nyeri tajam, nyeri seperti terbakar, atau sensasi tersetru

3.Nyeri memberat saat pasien bersin, mengedan, terlalu lama duduk.

Penyebab Saraf Kejepit

1. Usia atau Penuaan
Penyakit yang muncul akibat usia. Suatu saat semua orang bisa berpotensi kena penyakit saraf kejepit rata-rata di usia 41-60 tahun.

2. Penggunaan Otot
Penggunaan otot punggung tak ekonomis. Sering angkat beban terlalu berat sedangkan jarang olahraga.

eda dengan petani yang selalu rutin bekerja berat dengan mengandalkan otot.

3. Alas Tidur dan Duduk
Alas tidur yang bukan datar atau melengkung seringkali menyebabkan nyeri pinggang saat bangun tidur. Begitu pula duduk terlalu lama atau alas duduk yang tidak tepat.

Terapi Yang Tepat Untuk Saraf Kejepit Di Paha.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 25 juta orang di seluruh dunia menderita cedera saraf tulang belakang, yang dikenal menyebabkan kelumpuhan dan kesulitan menggunakan kaki dan tangan.

Saraf Kejepit di paha/ ischialgia adalah salah satu saraf terjepit yang di derita orang-orang di indonesia. Saraf kejepit di paha dapat di sembuhkan dengan memperbaiki sistem tubuh dan mereposis tulang belakangnya hingga kembali ke fitrohnya.

Terapi PAZ Al Kasaw  adalah terapi biomekanik hasil riset lebih dari 15 tahun oleh ustadz  Haris Moedjhid. Dimana terapi ini sangat efektif untuk memperbaiki sistem tubuh dan mengembalikan rangka, tulang belakang, tubuh ke posisi normal sehingga aneka jenis permasalahan kesehatan bisa terbantu. Apabila rangka Anda normal, tulang belakang juga normal, tidak melintir badannya, insya Allah (atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala) Anda akan sehat.
Pengobatan dengan cara menghilangkan keputihan secara alami ini dapat Anda ikhtiarkan dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu di Griya Sehat Ayub Camp Klaten melalui halaman ini.

Di halaman tersebut juga terdapat jadwal pengobatan terapi PAZ Al Kasaw, jadi pastikan Anda sudah menyiapkan diri dengan baik ketika mendaftarkan diri untuk ikhtiar mencari kesembuhan. Ya demikianlah kupasan, saraf kejepit di paha, semoga bisa membantu.  Insyaa Allah metode PAZ Al Kasaw bisa membantu mengatasi keluhan tersebut.

Anda juga bisa menghubungi kontak admin Mbak Khadijah melalui:

  • Telepon:0813-2671-1362
  • WhatsApp: 0813-2671-1362
  • Instagram: @pazalkasaw 

 

Chat via whats app paz

Semoga Allah memberikan ridho-Nya atas kesembuhan bagi Anda atau

orang-orang tercinta Anda.

Mengenal Jenis Alergi Kulit Dan Pengobatan Yang Efektif

Mengenal Jenis Alergi Kulit Dan Pengobatan Yang Efektif

jenis alergi kulit

Alergi adalah reaksi dari sistem kekebalan tubuh manusia (sistem imun) terhadap zat tertentu yang seharusnya tidak berbahaya. Reaksi alergi yang muncul pada tiap orang berbeda-beda, mulai dari reaksi yang ringan, seperti bersin-bersin, hingga reaksi berat, yaitu anafilaksis. Reaksi alergi yang muncul juga tergantung dari jenis alergennya, seperti alergi kulit. Alergi kulit juga memiliki beberapa jenis alergi kulit yang bisa mendera.

Ada banyak jenis alergi kulit, mulai dari yang ringan hingga parah. Macam-macam alergi kulit ini dapat terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap zat tertentu yang biasanya tidak berbahaya atau menimbulkan reaksi pada orang lain.

Jika seseorang mengalami alergi, termasuk alergi kulit, itu artinya sistem kekebalan tubuhnya sensitif terhadap zat tertentu yang disebut sebagai alergen. Alergen bisa berupa makanan, lateks, bulu binatang, serangga, atau obat-obatan. Hal-hal lain seperti suhu dingin, panas, dan sinar matahari juga bisa memicu munculnya alergi kulit.

Reaksi tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti pilek, ruam kulit yang gatal, atau bahkan sesak napas.

Alergi Kulit yang Umum Terjadi

Berikut ini adalah jenis alergi kulit yang umum ditemukan pada penderita alergi:

1. Dermatitis atopik (eksim)

Eksim adalah jenis alergi kulit yang biasanya terjadi pada anak-anak. Kendati demikian, kondisi ini juga bisa terjadi pada orang dewasa. Gejala umum eksim adalah kulit kering, merah, gatal dan iritasi. Jika kulit sudah terinfeksi, biasanya akan timbul benjolan kecil berisi cairan bening atau kekuningan.

Kebanyakan kasus eksim disebabkan oleh faktor genetik atau adanya riwayat penyakit eksim di dalam keluarga. Selain itu, eksim juga sering dikaitkan dengan asma, rhinitis alergi, dan alergi makanan.

2. Dermatitis kontak alergi

Dermatitis kontak alergi  adalah jenis alergi kulit terjadi ketika kulit bersentuhan langsung dengan alergen. Seperti yang telah disebutkan di atas, pemicu terjadinya penyakit kulit ini bisa berupa apa saja, antara lain lateks, logam, parfum, dan tanaman.

Misalnya, jika Anda memiliki alergi terhadap nikel (bahan dalam perhiasan), kemudian kulit Anda bersentuhan langsung dengan perhiasan atau benda lain yang terbuat dari nikel, Anda bisa mengalami gejala-gejala dermatitis kontak alergi, seperti kulit gatal, kemerahan, bengkak, dan bersisik.

3. Dermatitis dishidrotik

Penyakit ini adalah sejenis dermatitis yaitu jenis alergi kulit yang terjadi pada tangan dan kaki. Gejalanya adalah kulit kering dan gatal, kadang-kadang seperti melepuh. Kulit yang melepuh akan terasa sangat gatal dan nyeri.

Penyebab dermatitis dishidrotik belum diketahui dengan pasti. Namun, kondisi ini lebih berisiko dialami oleh orang yang memiliki jenis alergi kulit lain, bertangan lembap, atau mudah berkeringat.

4. Urtikaria atau biduran

Urtikaria jenis alergi kulit yang merupakan peradangan dan pembengkakan pada permukaan kulit. Kondisi ini terjadi ketika tubuh terpapar zat atau benda tertentu yang mengakibatkan sistem kekebalan tubuh melepaskan histamin. Zat histamin inilah yang kemudian menimbulkan gejala-gejala urtikaria.

Urtikaria atau biduran dapat dikenali dengan munculnya benjolan merah pada kulit yang terasa gatal. Benjolan ini dapat muncul di satu atau beberapa bagian tubuh. Ukuran dan bentuk benjolan juga bisa berbeda-beda, dari yang kecil hingga yang besar dan lebar. Tak hanya sebagai reaksi alergi kulit, biduran juga bisa disebabkan oleh infeksi virus.

Ada dua jenis urtikaria, yakni urtikaria akut dan kronis. Urtikaria yang umum terjadi adalah urtikari akut. Biasanya, jenis urtikaria ini terjadi setelah Anda mengonsumsi makanan atau menyentuh benda yang bersifat sebagai alergen. Kendati demikian, urtikaria akut juga dapat dipicu oleh suhu panas, obat-obatan, atau gigitan serangga.

Urtikaria kronis cukup jarang ditemukan. Sebagian besar urtikaria kronis belum diketahui penyebabnya. Urtikaria kronis bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, sedangkan urtikaria akut biasanya hanya berlangsung tidak lebih dari 6 minggu.

5. Angioedema

Angioedema adalah salah satu reaksi alergi yang terjadi pada kulit, jenis alergi kulit ini sedikit berbeda. Pada kondisi ini, terjadi penumpukan cairan pada kulit sehingga menyebabkan pembengkakan. Bedanya dengan biduran adalah pembengkakan pada angioedema terjadi di bagian bawah kulit.

Angiodema sering terjadi pada jaringan lunak, seperti kelopak mata, bibir, tenggorokan, atau bahkan alat kelamin. Biasanya angioedema muncul bersamaan dengan urtikaria.

Angioedema disebut “akut” jika kondisinya berlangsung dalam waktu singkat, seperti dalam hitungan menit atau jam. Angioedema akut biasanya disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat atau makanan, sedangkan angioedema kronis bersifat kambuhan dan biasanya tidak memiliki penyebab pasti.

Tanda dan gejala alergi pada kulit

Gejala alergi yang muncul tergantung pada zat yang berperan sebagai alergen dan juga daya tahan tubuh manusia. Hal ini dapat memengaruhi berbagai organ tubuh Anda, termasuk kulit. Reaksi jenis- jenis alergi kulit ini cukup beragam, mulai dari yang ringan hingga berat dan membutuhkan perawatan darurat.

Pada beberapa kasus yang parah, gejala alergi dapat memicu reaksi yang cukup berbahaya yang dikenal sebagai syok anafilaksis. Lantas, apa saja gejala alergi yang terjadi pada kulit?

1. Ruam

Salah satu gejala alergi yang paling umum terjadi adalah munculnya ruam di kulit. Anda mungkin berpikir bahwa kulit berfungsi sebagai pelindung bagian dalam tubuh yang pertama. Faktanya, kulit juga memiliki sel-sel khusus dari sistem kekebalan tubuh.

Sel-sel ini kemudian melindungi kulit dan tubuh dari virus, bakteri, dan senyawa berbahaya lainnya. Jika sel mendeteksi adanya zat yang mencurigakan, ia akan bereaksi di kulit dan menyebabkan peradangan. Reaksi sel sistem kekebalan tubuh ini akhirnya menghasilkan ruam di kulit.

Copyright © 2025 AyubCamp