Apakah Epilepsi itu Terkait dengan Penyakit Mental?

Apakah Epilepsi itu Terkait dengan Penyakit Mental?

Epilepsi bukanlah penyakit mental. Faktanya, sebagian besar orang yang hidup dengan epilepsi tidak memiliki masalah kognitif atau psikologis. Sebagian besar, masalah psikologis pada epilepsi terbatas pada orang dengan epilepsi parah dan tidak terkontrol.

Epilepsi dan Cacat Intelektual

Epilepsi sendiri tidak menyebabkan masalah intelektual yang parah, tetapi keduanya dapat terjadi bersamaan dan disebabkan oleh hal yang sama. Misalnya, oksigen rendah, cedera atau infeksi saat lahir dapat menyebabkan keterbelakangan mental, epilepsi, dan cerebral palsy. Tingkat masalah kognitif atau intelektual terkait dengan:

  • epilepsi dimulai pada usia dini
  • mengalami banyak kejang
  • memiliki lesi otak yang mendasari
  • kontrol kejang yang buruk
  • berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengontrol kejang

Pada anak kecil, perkembangannya bisa tertunda karena kejang yang tidak terkontrol. Individu dengan masalah intelektual yang parah memiliki tingkat kelainan otak yang lebih tinggi (atau perubahan struktur otak). Mereka dapat menyebabkan berbagai jenis kejang. Ini juga biasanya dimulai pada awal kehidupan.

Epilepsi dan Depresi

Depresi pada orang yang hidup dengan epilepsi sangat umum dan merupakan masalah penting bagi anak-anak dan orang dewasa. Gejala depresi bisa konstan atau berubah seiring waktu. Mereka dapat bervariasi dari ringan hingga parah dan mungkin berdampak besar pada aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Orang yang depresi mungkin kehilangan minat pada hobi; mengalami perubahan nafsu makan; merasa sedih, marah, atau takut; dan sulit tidur.

Banyak kemungkinan penyebab depresi pada orang yang hidup dengan epilepsi telah diidentifikasi.

  • Penyebab paling umum adalah cedera pada bagian otak yang mengontrol suasana hati.
  • Kadar hormon, terutama estrogen yang rendah, juga dapat memicu depresi dan dapat mempengaruhi frekuensi kejang.
  • Obat antikejang, seperti fenobarbital, dapat mempengaruhi pusat suasana hati dan dapat meningkatkan risiko depresi.

Depresi, dengan atau tanpa epilepsi, bisa diobati. Psikoterapi, pendidikan, dan terapi keluarga juga bisa sangat membantu.

Epilepsi dan Gangguan Kognitif

  • Keluhan kognitif yang paling sering terjadi pada orang dewasa adalah perasaan melambat secara mental, gangguan ingatan, dan masalah perhatian.
  • Masalah ingatan adalah ciri penting kejang atau epilepsi yang timbul dari salah satu bagian otak yang disebut lobus temporal. Masalah ingatan jangka pendek paling sering terlihat.
  • Demensia juga telah didiagnosis pada beberapa orang dengan epilepsi yang tidak terkontrol.
  • Pengobatan juga dapat mempengaruhi daya ingat.

Baca Juga: Kapan Anda Harus Khawatir Akan Darah Rendah?

Epilepsi dan Kecemasan

Kecemasan terkait dengan epilepsi dengan berbagai cara.

  • Kecemasan dapat terjadi sebagai reaksi terhadap diagnosis, gejala kejang, atau bahkan efek samping dari beberapa obat anti kejang.
  • Paling sering, kecemasan muncul setelah diagnosis epilepsi atau setelah kejang pertama dan dapat melibatkan rasa takut mengalami kejadian lain.
  • Merasa terisolasi atau ditolak secara sosial karena epilepsi dapat mempengaruhi gejala kecemasan.
  • Penyebab epilepsi juga bisa berperan dalam perkembangan kecemasan.

Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini termasuk psikoterapi, konseling, dan terapi perilaku.

Epilepsi dan Masalah Perilaku

  • Epilepsi mempengaruhi kehidupan orang-orang dengan kejang dan keluarga karena epilepsi membatasi aktivitas dan memaksa perilaku tertentu. Minum obat-obatan, tidak mengemudi, mempertahankan siklus tidur yang teratur, membatasi penggunaan alkohol, dan membuat perubahan gaya hidup lainnya dapat menyebabkan perasaan kehilangan kemandirian.
  • Faktor-faktor yang terkait dengan masalah perilaku meliputi rasa takut, stres, frustrasi, dan rasa malu karena kejang.
  • Area di otak yang mengontrol emosi dan perilaku mungkin tidak berfungsi dengan baik karena epilepsi.
  • Terakhir, obat anti kejang dapat mengubah keseimbangan bahan kimia di otak yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang.

Pengobatan yang Paling Aman, Nyaman dan Tepat

Seperti apapun Anda menderita berbagai jenis epilepsi dan pengobatannya yang tepat adalah dengan menggunakan terapi PAZ Al Kasaw. Terapi PAZ Al Kasaw  adalah terapi biomekanik hasil riset lebih dari 15 tahun. Dimana terapi ini sangat efektif untuk mengembalikan rangka, tulang belakang, tubuh ke posisi normal sehingga aneka jenis permasalahan kesehatan bisa terbantu. Apabila rangka Anda normal, tulang belakang juga normal, tidak melintir badannya, insya Allah (atas izin Allah SWT) Anda akan sehat.

Pengobatan penyakit epilepsi ini dapat Anda ikhtiarkan dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu di Griya Sehat Ayub Camp Klaten melalui halaman ini. Di halaman tersebut juga terdapat jadwal pengobatan terapi PAZ Al Kasaw, jadi pastikan Anda sudah menyiapkan diri dengan baik ketika mendaftarkan diri untuk ikhtiar mencari kesembuhan. Anda juga bisa menghubungi kontak person Kak Umar melalui 0878-7600-0227. Semoga Allah memberikan ridlo-Nya atas kesembuhan bagi Anda atau orang-orang tercinta Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *