Dampak Skoliosis Tulang Belakang Dan Cara Pengobatannya

Dampak Skoliosis Tulang Belakang Dan Cara Pengobatannya

Dampak Skoliosis Tulang Belakang

Gangguan dan penyakit yang seringkali menyerang tulang belakang, biasanya disebabkan oleh cacat atau kelainan bentuk lekukan tulang. Skoliosis adalah kondisi tulang belakang yang melengkung, berbentuk seperti huruf C atau S. Skoliosis umumnya bergejala ringan, namun dapat berkembang menjadi lebih parah seiring pertambahan usia, skoliosis tulang belakang lebih tanpak  khususnya pada wanita.

Skoliosis merupakan kondisi tulang belakang melengkung atau menyamping secara tidak normal. Kebanyakan kasus skoliosis terjadi pada anak-anak sebelum masa pubertas. Walaupun kasus ini tergolong ringan, tetap harus diwaspadai dan skoliosis tulang belakang. Gangguan ini dapat terjadi saat mengalami kondisi, seperti cerebral palsy dan distrofi otot.  Namun kita tidak bisa pungkiri hampir setiap orang bisa mengalami skoliosis tulang belakang.

Tulang belakang adalah bagian dari rangka aksial manusia, dikenal juga sebagai kolom verterbral atau tulang punggung.  Berfungsi sebagai penyangga utama tubuh sehingga manusia dapat berdiri tegak, membungkuk, dan menggeliat. Tulang belakang juga bertanggung jawab dalam melindungi kanal dan sumsum tulang belakang.

Tulang belakang terdiri dari tiga segmen yang melambangkan ketiga lekukan kokoh tulang belakang. Segmen tulang belakang, antara lain segmen servikal, segmen torakal, dan segmen lumbal. Karenanya, jika dilihat dari samping, tulang belakang seakan membentuk huruf S, dengan wilayah servikal dan torakal berbentuk cekung dan lumbal berbentuk cembung.

Jika digabungkan, ketiga segmen tulang belakang memiliki 33 ruas tulang individual dan dikelilingi oleh otot yang kuat, saraf, dan tendon yang terhubung pada bagian tubuh lainnya. Seluruh 33 ruas tulang individual ini terbagi ke dalam lima kelompok, 7 ruas tulang berada pada segmen servikal, 12 ruas tulang ada di wilayah segmen torakal, 5 ruas tulang terletak di segmen lumbal.

Sedangkan 9 ruas tulang lainnya, antara lain 5 ruas tulang berada di sakrum dan 4 ruas tulang pada coccyx. Di dalam tulang belakang terdapat sumsum tulang dan jaringan saraf yang beroperasi dari tengkorak hingga punggung bawah.

Semua ini merupakan bagian dari sistem saraf pusat, sepanjang tulang belakang, terdapat bukaan tempat keluarnya cabang saraf untuk menyampaikan pesan antara otot dan otak.

Gejala skoliosis tulang belakang yang umumnya muncul pada penderita yaitu :

  • Bahu miring.
  • Pinggang kiri dan kanan tidak sejajar.
  • Satu pinggul lebih tinggi dari pinggul lain.
  • Adanya tonjolan tulang belikat pada satu sisi tubuh.
  • Satu kaki memiliki panjang yang berbeda.
  • Posisi kepala tidak berada tepat di tengah pundak.
  • Hampir 23% orang yang menderita kelainan tulang belakang jenis idiopatik mengalami nyeri punggung, kesemutan, dan mati rasa

Lengkungan yang terlalu parah dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada punggung. Selain itu, tulang belakang dapat berputar sehingga lengkungan menjadi skoliosis tulang belakang yang sempurna. Ketika kondisinya makin parah, skoliosis tulang belakang dapat menyebabkan gangguan pada organ didalam rongga dada seperti gangguan jantung dan pernapasan.

Penyebab skoliosis tulang belakang

Kebanyakan kasus  skoliosis tulang belakang tidak diketahui penyebabnya, yang disebut juga dengan skoliosis idiopatik. Masalah ini tidak dapat dicegah dan dianggap tidak berhubungan dengan beberapa hal lainnya, seperti postur tubuh yang buruk, dampak dari olahraga serta diet. Namun, faktor keturunan atau gen dapat membuat seseorang lebih rentan untuk mengalaminya.

Sebagian besar kasus skoliosis tidak ditemukan penyebabnya (idiopatik). Namun, terdapat beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya skoliosis tulang belakang, yaitu:

  • Cedera pada tulang belakang.
  • Infeksi pada tulang belakang.
  • Bantalan dan sendi tulang belakang yang mulai aus, umumnya akibat usia (skoliosis degeneratif).
  • Bawaan lahir (skoliosis kongenital).
  • Gangguan pada saraf dan otot (skoliosis neuromuskular), misalnya pada pnyakit disrofi otot

Skoliosis tulang belakang biasanya menimbulkan keluhan ringan, tetapi dapat berkembang menjadi lebih parah seiring pertambahan usia. Jika tidak ditangani, lengkungan skoliosis yang sangat parah dapat menimbulkan kerusakan sendi dan nyeri berkepanjangan.

Penderita skoliosis tulang belakang dewasa jika tulang belakang melengkung semakin parah akan merasakan sulitnya bernapas, timbulnya rasa nyeri, serta kelainan bentuk pada tulang belakang. Jika terus dibiarkan, mungkin saja kelumpuhan dapat terjadi. Maka dari itu, penanganan perlu dilakukan segera saat masalahnya masih dalam tahap ringan untuk mencegah berbagai komplikasi yang dapat membahayakan.

Komplikasi Skoliosis Tulang Belakang Yang Perlu Diwaspadai ?

1. Sesak Napas

Skoliosis yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menambah derajat kemiringan tulang belakang. Kondisi tersebut mengganggu kemampuan paru untuk mengembang sempurna karena menyempitnya ruang paru, sehingga menyebabkan keluhan sesak napas.

2. Nyeri Punggung Belakang

Nyeri punggung belakang terjadi karena semakin parahnya lengkungan tulang belakang. Meski umumnya hilang timbul, nyeri akibat skoliosis bisa menetap dan menyebar kebagian tubuh lain, seperti dari tulang belakang ke kaki, punggung, dan tangan. Nyeri akibat skoliosis mereda jika pengidapnya berbaring dengan punggung lurus atau pada salah satu sisi tubuh.

3. Masalah Jantung

Tulang belakang yang terlalu miring bisa menekan jantung dan membuatnya kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, pengidap skoliosis berisiko lebih besar mengalami pneumonia (infeksi paru) hingga gagal jantung.

4. Masalah Saraf

Jika ujung saraf tertekan oleh tulang belakang yang melengkung, sistem saraf akan terpengaruh oleh kondisi skoliosis. Kondisi ini berdampak pada kaki terasa kebas dan menurunnya kemampuan untuk menahan buang air kecil maupun buang air besar.

5. Gangguan Psikologis

Pengidap skoliosis rentan mengalami gangguan psikologis akibat kondisi yang dialaminya. Alasannya adalah perbedaan postur tubuh pengidap skoliosis bisa menurunkan rasa percaya diri dan membuatnya rentan mengalami masalah psikologis, seperti stres dan depresi.

Pengobatan yang tepat bagi pasien skoliosis tulang belakang

World Health Organization (WHO) mencatat setidaknya 3% warga di dunia rentan terkena penyakit skoliosis dan di Indonesia prevalensi skoliosis sekitar 3%-5%. Kelainan tersebut biasa ditemukan pada anak-anak sebelum masa pubertas, yaitu pada usia 10-15 tahun.

Skoliosis tulang belakang walaupun sebuah penyakit yang lumayan banyak banyak penderitanya, namun masih dapat di sembuhkan dengan cara yang mudah dan alami. Skoliosis tulang belakang dapat di ikhtiarkan dengan cara Terapi dengan ikhtiar PAZ Al Kasaw.

Terapi PAZ Al Kasaw  adalah terapi biomekanik hasil riset lebih dari 15 tahun. Dimana terapi ini sangat efektif untuk mengembalikan rangka, tulang belakang, tubuh ke posisi normal sehingga aneka jenis permasalahan kesehatan bisa terbantu. Apabila rangka Anda normal, tulang belakang juga normal, tidak melintir badannya, insya Allah (atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala) Anda akan sehat.

Pengobatan dengan cara mengatasi kepala pusing dan badan lemas, ini dapat Anda ikhtiarkan dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu di Griya Sehat Ayub Camp Klaten melalui halaman ini.

Di halaman tersebut juga terdapat jadwal pengobatan terapi PAZ Al Kasaw, jadi pastikan Anda sudah menyiapkan diri dengan baik ketika mendaftarkan diri untuk ikhtiar mencari kesembuhan. Ya, demikianlah kupasan tentang, Dampak Skoliosis Tulang Belakang Dan Cara Pengobatannya, semoga bisa membantu. Insyaa Allah metode PAZ Al Kasaw bisa membantu mengatasi keluhan tersebut.

Anda juga bisa menghubungi kontak admin Mbak Khadijah melalui.

  • Telepon:0813-2671-1362
  • WhatsApp: 0813-2671-1362
  • Instagram: @pazalkasaw 

 

Chat via whats app paz

Semoga Allah memberikan ridho-Nya atas kesembuhan bagi Anda atau

orang-orang tercinta Anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *