Temukan Perbedaan Cerebral Palsy vs Distrofi Otot Disini

Temukan Perbedaan Cerebral Palsy vs Distrofi Otot Disini

Cerebral palsy dan distrofi otot adalah dua kelompok kondisi yang terkadang membingungkan satu sama lain. Cerebral palsy berdampak pada tonus otot, koordinasi, dan fungsi mental, sedangkan distrofi otot mempengaruhi tonus otot. Pelajari lebih lanjut tentang perbedaan utama antara kedua kondisi tersebut di bawah ini.

Apa itu Cerebral Palsy dan Distrofi Otot?

Cerebral palsy dan distrofi otot adalah kondisi yang tidak dapat disembuhkan dan dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan anak. Cerebral palsy dapat berdampak negatif pada kontrol dan tonus otot, keterampilan motorik, serta kemampuan mental, sementara distrofi otot menyebabkan otot semakin melemah seiring waktu.

Karena kondisi tersebut memiliki gejala yang sama (seperti berkurangnya kontrol pada otot), mungkin sulit untuk membedakannya tanpa diagnosis. Karena itu, penting untuk mempelajari lebih lanjut tentang setiap kondisi dan berkonsultasi dengan ahli kesehatan jika menurut Anda, anak Anda berisiko.

Penyebab Cerebral Palsy vs Distrofi Otot

Distrofi otot terutama disebabkan oleh mutasi genetik, sedangkan cerebral palsy disebabkan oleh cedera traumatis pada otak sebelum, selama, atau segera setelah lahir. Distrofi otot berkembang ketika gen yang bermutasi mencegah tubuh memproduksi protein yang dibutuhkan untuk massa otot yang sehat. Cerebral palsy dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang semuanya merusak otak.

Penyebab cerebral palsy mungkin termasuk:

  • Sesak napas saat lahir: Jika ahli kesehatan atau perawat lalai selama proses persalinan, mereka dapat mengurangi suplai oksigen ke otak anak. Hal ini dapat menyebabkan cerebral palsy.
  • Trauma kepala: Jika kepala anak salah ditangani atau terbentur benda berat selama persalinan, kerusakan yang diakibatkannya dapat menyebabkan cerebral palsy.
  • Pendarahan otak: Pendarahan otak yang berbahaya dapat menyebabkan kerusakan otak permanen pada bayi baru lahir atau anak kecil.
  • Infeksi janin atau bayi baru lahir: Jika infeksi janin atau bayi baru lahir tidak terdeteksi dan segera ditangani, dapat membahayakan perkembangan dan fungsi otak.
  • Penyakit kuning: Penyakit kuning terjadi ketika tubuh bayi baru lahir tidak dapat memproses bilirubin, pigmen kuning yang dikeluarkan oleh sel. Jika tidak diobati, penyakit kuning dapat menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan cerebral palsy.
  • Kondisi kesehatan ibu: Ibu yang menderita kejang, masalah tiroid, atau cacat intelektual lebih mungkin memiliki anak dengan cerebral palsy.

Sayangnya, penyebab cerebral palsy mungkin tidak diketahui dalam beberapa kasus. Calon orang tua harus mewaspadai kondisi yang menyebabkan cerebral palsy untuk melindungi anak mereka yang belum lahir.

Baca Juga: Pelajari Klasifikasi Ambeien Internal dengan Baik dan Penyebabnya

Gejala Distrofi Otot vs Cerebral Palsy

Cerebral palsy dan distrofi otot memiliki gejala yang berbeda, meskipun anak-anak dengan kedua kondisi tersebut mungkin menderita ketidakmampuan belajar dan masalah terkait dengan otot. Gejala Cerebral Palsy dapat bervariasi tergantung pada berbagai bagian otak yang rusak. Gejala cerebral palsy dapat meliputi:

  • Kesulitan berjalan
  • Kesulitan makan
  • Masalah keterampilan motorik halus
  • Masalah belajar
  • Otot kaku
  • Tremor

Namun, beberapa gejala cerebral palsy mungkin menjadi lebih jelas seiring bertambahnya usia anak. Jika pemendekan atau kekakuan otot tidak diobati secara agresif, itu bisa memburuk.

Gejala distrofi otot sering mempengaruhi gerakan dan pertumbuhan. Gejala distrofi otot meliputi:

  • Kesulitan bangun, berlari, atau menggerakkan kaki
  • Keterlambatan pertumbuhan
  • Masalah belajar
  • Nyeri dan kelemahan otot

Menurut sebuah studi, gejala distrofi otot dapat muncul pada waktu yang berbeda. Bagi mereka yang terkena distrofi otot Duchenne, gejalanya bisa muncul pada anak usia dini. Gejala bentuk lain dari distrofi otot mungkin tidak muncul sampai orang yang terkena adalah remaja atau di awal usia 20-an.

Pengobatan yang Paling Aman, Nyaman dan Tepat

Seperti apapun anak Anda menderita serebral palsy, pengobatan yang tepat adalah dengan menggunakan terapi PAZ Al Kasaw. Terapi PAZ Al Kasaw  adalah terapi biomekanik hasil riset lebih dari 15 tahun. Dimana terapi ini sangat efektif untuk mengembalikan rangka, tulang belakang, tubuh ke posisi normal sehingga aneka jenis permasalahan kesehatan bisa terbantu. Apabila rangka Anda normal, tulang belakang juga normal, tidak melintir badannya, insya Allah (atas izin Allah SWT) Anda akan sehat.

Pengobatan cerebral palsy pada anak ini dapat Anda ikhtiarkan dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu di Griya Sehat Ayub Camp Klaten melalui halaman ini. Di halaman tersebut juga terdapat jadwal pengobatan terapi PAZ Al Kasaw, jadi pastikan Anda sudah menyiapkan diri dengan baik ketika mendaftarkan diri untuk ikhtiar mencari kesembuhan. Anda juga bisa menghubungi kontak person Kak Umar melalui 0878-7600-0227. Semoga Allah memberikan ridlo-Nya atas kesembuhan bagi Anda atau orang-orang tercinta Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *